Blog

metode acq (2)

  1. Anak adalah jiwa peniru yang ahli.

            Sifat peniru anak-anak begitu alami sehingga apapun yang di sekitarnya, baik dari guru, orang tua, teman, media dan segala yang di lihat oleh mereka dapat di tiru dengan mudah.Perkataan, perbuatan, tingkah laku adalah bagian-bagian yang seringkali di tiru oleh anak-anak. Maka, orang tua dan pendidik sebagai kompas dalam penentu sebuah sikap dan perkataan haruslah senantiasa menjaga apapun yang mereka lakukan di depan anak-anak mereka.

Solusi apa yang di lakukan METODE ACQ?

Sifat meniru bukanlah sifat ikut-ikutan yang menular dari satu anak kepada anak lainnya, namun sifat peniru adalah sifat fitriah anak-anak dalam mencari eksistensi mereka, mencari sesuatu yang tepat, melakukan perbuatan yang di anggap baik sesuai dengan objek, media yang di tiru. Anda akan melihat betapa wajah anak akan bersemu merah ketika mereka dengan berani menirukan artis-artis idola dari tarian, lagu hingga gaya fashion. Padahal mungkin tidak sesuai dengan jiwa mereka yang masih lugu dan tidak mengerti dengan apa yang mereka lakukan.

METODE ACQ dalam pendekatan Al-Qur’an dengan sifat peniru anak, memberikan gerakan isyarat yang dengannya anak akan mengikuti dan menirukan setiap ucapan guru dan orang tua. Kemeriahan kelas dan rumah yang menggunakan METODE ACQ akan terlihat saat sesi gerakan dengan pengulangan ucapan. Anak satu dengan lainnya akan saling berlomba untuk menirukan gerakan dan ayat yang di ucapkan.

Link Terkait:

Kenapa METODE ACQ, Efektif Dalam Pembelajaran Menghafal? Bag. 1

Read more…

Syaikh Muhammad Said Mursi dalam bukunya Fan Tarbiyah al-Aulad fi al-Islam (Seni Mendidik Anak dalam Islam) menjelaskan beberapa sifat khusus anak-anak yang harus di mengerti oleh orang tua dan pendidik sehingga Tarbiayul Aulad menjadi selaras dan sesuai dengan pemahaman kedua belah pihak yaitu antara anak dan orang tua serta anak dan pendidik.

A.    Anak aktif bergerak, adalah sifat motorik anak yang khas terutama untuk usia di bawah 8 tahun.

Melakukan aktifitas dan tidak bisa diam merupakan sifat naluri fitriah anak. Bagi orang tua dan pendidik yang tidak mengerti, akan menimbulkan perasaan emosional atas sikap mereka. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

عُرَمَةُ الصِّبْيِ فَي صِغْرِهِ زِيَادَةٌ فِي عَقْلِهِ فِي كَبِرِهِ ( رواه الترمذى )

“Keringat anak kecil menambah kecerdasannya di waktu dewasa” (HR. at-Tirmidzi).

Bergerak berarti pengalaman baru, bergerak berarti menambah kecerdasan dan pengetahuan anak dalam berbagai hal yang mereka temui.Mencoba, merasakan, mengamati adalah eksplorasi dari rasa keingin tahuan mereka yang besar dan ini merupakan anugerah dari Allah SWT.Frank dan Theresa Chaplan dalam buku The Power of Play menyebutkan, pada masa anak-anak yang di tekankan adalah dunia bermain sebagai sarana pertumbuhan. Di dunianya anak, mereka adalah decision maker dan play master, sehingga dalam dunia bermain, bergerak, bebas beraksi, anak mengkhayalkan sebuah dunia lain dan menghasilkan elemen petualangan dalam jiwa mereka.

Solusi apa yang di lakukan METODE ACQ?

Dalam mengenalkan anak pada Al-Qur’an tidak selalu anak berada pada posisi duduk, mendengar, mengulang huruf-huruf Hijaiyah yang tentunya menjemukan dan membatasi dunia anak yaitu dunia gerak dan bermain.METODE ACQ memberikan gerakan-gerakan isyarat yang sesuai dengan makna ayat-ayat Al-Qur’an. Dalam setiap gerakan, anak akan belajar Al-Qur’an sekaligus memahami makna dan artinya. Anak-anak dalam mengikuti gerakan yang di berikan akan merasa bermain, tidak tertekan sehingga rasa senang, enjoyable dalam setiap sesi pembelajaran membuat mereka cinta dalam mendengarkan Al-Qur’an dan jauh dari rasa keterpaksaan.

Link Terkait:

Kenapa METODE ACQ, Efektif Dalam Pembelajaran Menghafal? Bag. 3

Read more…