Blog

aku cinta al-qur'an (1)

  1. Anak adalah jiwa peniru yang ahli.

            Sifat peniru anak-anak begitu alami sehingga apapun yang di sekitarnya, baik dari guru, orang tua, teman, media dan segala yang di lihat oleh mereka dapat di tiru dengan mudah.Perkataan, perbuatan, tingkah laku adalah bagian-bagian yang seringkali di tiru oleh anak-anak. Maka, orang tua dan pendidik sebagai kompas dalam penentu sebuah sikap dan perkataan haruslah senantiasa menjaga apapun yang mereka lakukan di depan anak-anak mereka.

Solusi apa yang di lakukan METODE ACQ?

Sifat meniru bukanlah sifat ikut-ikutan yang menular dari satu anak kepada anak lainnya, namun sifat peniru adalah sifat fitriah anak-anak dalam mencari eksistensi mereka, mencari sesuatu yang tepat, melakukan perbuatan yang di anggap baik sesuai dengan objek, media yang di tiru. Anda akan melihat betapa wajah anak akan bersemu merah ketika mereka dengan berani menirukan artis-artis idola dari tarian, lagu hingga gaya fashion. Padahal mungkin tidak sesuai dengan jiwa mereka yang masih lugu dan tidak mengerti dengan apa yang mereka lakukan.

METODE ACQ dalam pendekatan Al-Qur’an dengan sifat peniru anak, memberikan gerakan isyarat yang dengannya anak akan mengikuti dan menirukan setiap ucapan guru dan orang tua. Kemeriahan kelas dan rumah yang menggunakan METODE ACQ akan terlihat saat sesi gerakan dengan pengulangan ucapan. Anak satu dengan lainnya akan saling berlomba untuk menirukan gerakan dan ayat yang di ucapkan.

Link Terkait:

Kenapa METODE ACQ, Efektif Dalam Pembelajaran Menghafal? Bag. 1

Read more…