Blog

Edukasi (14)

Sebetulnya, gimana sih cara seorang anak belajar? Apakah sama dengan cara belajar orang dewasa?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita perhatikan bayi dan anak-anak kita. Mengapa dalam waktu yang sangat singkat, mereka dengan mudah mengenal nama kita, nama ayah-ibu-kakak-adik-nenek, nama-nama benda, sifat-sifatnya, termasuk juga ciri fisik dari setiap barang yang ada di rumah?

Bukankah itu luar biasa? Bagaimana bisa dengan begitu cepat ia mengetahui semuanya, bahkan tanpa kita ajari secara khusus?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita pelajari sedikit tentang otak manusia.

Kita tahu, setiap anak, anak negara manapun, anak siapapun, adalah pemilik otak terhebat di dunia. Walaupun beratnya kurang dari 1,5 kg ... kemampuan otak anak-anak kita beribu kali lebih hebat dari super komputer terhebat di dunia. Dan anak-anak kita pun memilikinya!

PINTU-PINTU BELAJAR

Penelitian tentang otak memperlihatkan bahwa ada 2 pintu belajar yang aktif pada setiap manusia, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Pintu belajar pertama adalah otak sadar.
Pintu belajar kedua adalah otak bawah sadar.

Otak sadar, aktif saat kita sengaja melakukan sesuatu, atau ketika kita waspada/awas. Karakter otak sadar adalah: kritis, logis, matematis.

Ketika seorang anak belajar secara serius, berpikir, menganalisa, mengurutkan, melakukan perbandingan dan pertimbangan, maka saat itu bisa dikatakan, anak itu sedang belajar dengan menggunakan otak sadarnya.

Otak sadar-lah yang biasa kita gunakan
ketika kita belajar di sekolah, atau belajar secara serius.

Beda sekali dengan cara belajar menggunakan otak bawah sadar. Otak ini aktif 24 jam sehari, terus menerus, tanpa henti. Ia bekerja sejak kita masih berada dalam kandungan sampai kita dewasa dan mati.

Dari berbagai hasil penelitian ditemukan bahwa ternyata di otak bawah sadar inilah “terinstall” semua potensi hidup manusia, yang nantinya akan keluar dalam bentuk sikap, paradigma kehidupan, skill, kecerdasan, kepribadian dan kebiasaan-kebiasaan seseorang.

Salah satu sifat utama otak bawah sadar adalah: tidak kritis, tidak logis, peka dengan warna, irama, visualisasi, dan emosi.

Otak bawah sadar tidak kritis, artinya, apapun input yang masuk lewat pintu ini, "tidak disaring" sama sekali. Ia akan FULL MASUK, dan tersimpan dalam waktu lama. Apalagi jika content input tersebut terus dilakukan berulang-ulang, pengaruhnya akan semakin KUAT dalam diri kita.

Otak bawah sadar juga tidak logis, maksudnya apapun input yang masuk, tidak memerlukan verifikasi dari PIKIRAN CERDAS kita. Bagi otak bawah sadar, apapun yang masuk lewat pintu ini akan disimpan sebagai KEBENARAN, ditelan mentah-mentah.

Memang, ketika sebuah INPUT masuk ke dalam pikiran seorang anak, tidak akan 100% melewati pintu otak bawah sadar, terutama kalau kondisi anak sudah "cukup berumur", melainkan disaring dan diverifikasi dulu oleh pengetahuan kritis otak sadar. Namun jika CONTENT INPUT itu sering masuk, berulang-ulang, maka perlahan tapi pasti ... CONTENT itu pun akan membekas, tersimpan sebagai BENAR.

Ambil contoh, kalau orang tua sering mengatakan kepada anaknya bahwa ia bodoh dan pemalas, maka kalimat itu akan tersimpan di otak bawah sadar anak kita sebagai benar. Jangan heran, jika kemudian self concept (konsep diri) nya akan percaya bahwa ia memang bodoh dan pemalas, dan kemudian makin terbukti oleh berbagai kejadian kesehariannya.

Otak bawah sadar juga peka dengan warna, irama, dan emosi. Itu sebabnya input yang masuk dalam kemasan penuh warna, nada yang khas, apalagi jika input itu juga dikemas dalam pola yang bisa menyentuh emosi, maka CONTENT yang mengiringi INPUT itu akan sangat mudah masuk dan tersimpan rapi dalam diri seorang anak. Itu sebabnya, mengapa anak-anak begitu mudah menghafal lagu, menghafal adegan sebuah drama, dan pun juga peka dengan suatu nada.

Kembali ke pertanyaan awal kita tadi, bagaimana seorang bayi atau anak usia dini belajar segala sesuatu begitu cepat?

Jawabannya adalah, karena mereka belajar menggunakan PINTU OTAK BAWAH SADAR.

Seorang bayi, misalnya, tentu saja otak sadarnya masih belum TERLALU dominan. Ia belum memiliki pengetahuan, belum mampu berpikir, menyaring input-input yang datang ke otaknya, apalagi mengkritisi. Jadi pintu belajar yang dominan pada dirinya adalah pintu otak bawah sadar.

Karena itulah, bayi dan anak-anak sangat mudah MENYERAP PENGETAHUAN apapun. Prosesnya berlangsung TANPA SADAR.

JADI BAGAIMANA CARA MENGAJAR BAYI DAN ANAK-ANAK?

Dari pembahasan di atas, jelaslah bagi kita orang tua, bahwa CARA kita mengajar bayi dan anak-anak tidak bisa sama dengan cara kita mengajar orang dewasa yang selama ini kita terapkan.

Dalam mengajarkan anak belajar membaca misalnya, kalau kita terjebak pada cara belajar orang dewasa, maka pintu belajar yang TERAKTIVASI justru pintu belajar OTAK SADAR, yang sama sekali tidak menyenangkan, berat, serius, dan melelahkan. Ini tidak baik, sebab yang terjadi kemudian adalah, anak jadi TIDAK SUKA dengan YANG NAMANYA BELAJAR. Mereka kemudian memahami proses BELAJAR sebagai sebuah kegiatan yang TIDAK MENYENANGKAN. Jika dipaksakan, anak menjadi BENCI dengan BELAJAR.

Ini persoalan yang sangat kritis. Kalau orang tua dan guru tidak berhati-hati menangani cara mengajar anaknya, maka jangan salahkan sang anak kalau di kemudian hari ia menjadi MALAS BELAJAR dan jadi tidak suka membaca.

Sayangnya, beberapa metode belajar membaca yang ada saat ini, cenderung MEMBOSANKAN bagi anak. Hal ini dipicu oleh CARA MENGAJAR gaya sekolahan (orang dewasa) dan ALAT-ALAT BELAJAR yang tidak merangsang terbukanya pintu otak bawah sadar.

Apalagi kalau orang tua dan guru, bersikap otoriter dan INGIN CEPAT BERHASIL ... maka yang bangkit menguasai diri anak adalah emosi negatif, yang semakin MENGUAT tersimpan menjadi PARADIGMA bahwa BELAJAR ITU TIDAK MENYENANGKAN.

BELAJAR TANPA SADAR

Karena pintu belajar yang AMPUH bagi bayi dan anak-anak adalah pintu otak bawah sadar, maka sebaiknya kita gunakan saluran itu dengan sepenuhnya. Lihatlah bagaimana mereka MUDAH sekali mempelajari segala sesuatu TANPA DIAJAR, TANPA SADAR.

Bagi orang tua, justru sangat menguntungkan, sebab tidak akan merepotkan, dan sama sekali tidak sulit. Orang tua yang sibuk sekalipun, tidak akan terganggu jadwalnya. Yang lebih dibutuhkan dari orang tua hanyalah PEMAHAMAN dan PENGERTIAN.

ITULAH SEBABNYA BCS CARD HADIR UNTUK MEMBANTU ANDA

Mengapa? Sebab, BCS card disusun dengan konsep "belajar tanpa sadar". Melalui BCS Card, anak-anak tidak hanya belajar agar BISA MEMBACA, melainkan juga MENGENAL DUNIA melalui KOSA KATA. Pengenalan dunia ini, mereka peroleh TANPA SADAR.

Ingin tahu lebih jelas konsep belajar melalui BCS Card? Silakan baca artikel berikut ini.

Read more…

Bagaimana caranya supaya anak cepat belajar membaca? Salah satunya adalah dengan permainan kartu kata dan gambar. Hubungi kami di 089-53-443-700-53 (via WA/SMS) atau kunjungi website kami: belajar-membaca.com

Mengapa Sebaiknya Anda Menggunakan Kartu Belajar Membaca, BCS Card?

Ada banyak kartu pintar untuk belajar membaca. Masing-masing memiliki tujuan dan metode yang berbeda. Kenali tujuan apa yang ingin Anda raih dalam mengajari anak Anda membaca, dan jenis kartu apa yang paling sesuai untuk anak anda.

Belajar membaca adalah tahapan penting dalam perkembangan intelektual anak. Dengan kemampuan membaca, anak-anak akan lebih mudah menyerap pengetahuan tertulis secara mandiri. Lalu bagaimana caranya?

Ada begitu banyak metode yang ditawarkan produsen saat ini. Mungkin Anda bingung mau pilih yang mana. Nah, supaya tak bingung, mari kita petakan cara kerja setiap metode belajar membaca yang ada:

1. Metode Mengeja

Beberapa alat belajar difokuskan untuk memancing anak menghafal huruf lalu mengejanya satu demi satu. Cara ini memang sudah banyak ditinggalkan, namun masih tetap ada yang menggunakannya.

Kelemahan metode ini adalah:

Anak -anak jadi sering merasa terintimidasi saat mereka tidak bisa, apalagi kalau gurunya galak ^_^.

Cara ini juga membuat anak lebih sulit untuk membaca secara lancar, karena sejak awal otaknya tersetel untuk merangkai huruf satu demi satu terlebih dahulu sebelum membaca seluruh kata. 

Kalau tidak segera dibenahi, anak-anak akan mengalami kesulitan ketika membaca buku pelajaran atau soal-soal latihan/ ujian di sekolah. Waktu mereka dihabiskan lebih banyak untuk mengeja dibandingkan dengan memikirkan jawabannya. Biasanya, hal ini dapat membuat anak menjadi frustrasi.

2. Metode Suku Kata (Fonik)

Anda tentu sudah sangat kenal dengan metode suku kata (fonik). Mayoritas buku belajar membaca menggunakan metode ini. 

Caranya, anak diminta untuk menghafal pola suku kata, misalnya: ba-bi-bu-be-bo, ca-ci-cu-ce-co, dan seterusnya hingga huruf z. Setelah itu, anak dilatih merangkaikan suku-suku kata tersebut menjadi sebuah kata. 

Metode ini sebenarnya sangat masuk akal dan tidak memberatkan anak. Syaratnya, guru mengajar dengan dan dalam kondisi emosi yang baik, sehingga dapat menularkan energi positif kepada anak, dan selalu disertai dengan membacakan buku agar anak memiliki ikatan atau rasa butuh terhadap kegiatan membaca.

3. Metode Kata (Fonemik)

Metode kata memang senantiasa menjadi bahan diskusi. Ada yang menganggapnya sebagai metode khayalan, tidak masuk akal, dan pantas untuk ditentang. ^_^

Belajar membaca dengan metode kata memang tidak terfokus pada teknik mengeja atau merangkai suku kata. Anak-anak akan langsung diajak membaca kata. 

Cara kerjanya sederhana, sama dengan ketika kita memberi tahu anak tentang nama-nama benda atau nama sebuah perbuatan. Bedanya, yang kita kenalkan saat membaca bukan semata ujaran lisan, tapi juga dengan tulisan.

Kalaupun dikenalkan nama-nama huruf, anak-anak akan melihat bahwa semuanya langsung dapat difungsikan dalam kata. Dengan metode ini, anak digiring untuk senang membaca dan juga mampu untuk membaca secara mandiri.

Kelemahannya: dengan metode kata, keberhasilan tidak dapat diukur dengan parameter waktu. Semuanya sangat bergantung kepada frekuensi atau seberapa sering anak berinteraksi dengan kata-kata. Oleh karena itu, metode ini sebaiknya diterapkan lebih dini (5-6 tahun), dan tidak terlalu mepet dengan saat anak mau masuk SD.

“Kegiatan belajar membaca, idealnya tak hanya dengan mengenalkan pola-pola bunyi, apalagi dengan memaksa mereka untuk menghafalnya. Berikan juga kepada anak pengalaman untuk mengenal sesuatu yang jauh lebih menarik dan faktual dari sekadar bunyi, yaitu kosakata.”

Ayah dan bunda mungkin bertanya, jadi metode mana yang paling baik?

Intinya, jangan remehkan kemampuan anak!

Setiap kata memiliki pola/suku kata. Otak anak-anak sesungguhnya sangat mampu menyimpulkan aneka pola dari kata-kata tanpa harus diberi tahu. Syaratnya, anak-anak harus sangat sering kita bacakan kata.

Oleh karena itu, jangan heran, anak-anak yang sudah sering dibacakan buku sejak kecil, akhirnya bisa membaca sendiri. Pola-pola suku kata bisa mereka simpulkan sendiri karena mereka sangat sering melihat kombinasi kata di dalam buku.

Apa Manfaat Belajar Membaca dengan Metode Kosakata?

Selain mempermudah anak untuk membaca, kosakata juga akan membantu anak saat berkomunikasi. Semakin banyak variasi kata yang mereka ketahui dan pahami, akan semakin mudah juga bagi mereka untuk menyampaikan pemikiran mereka dan juga memahami pembicaraan atau pemikiran orang lain.

Bagaimana caranya kosakata dapat membuat anak mampu membaca?

Kita dapat membuktikan teori itu dengan mengamati cara anak-anak mengenali nama-nama benda yang ada di sekeliling mereka. Kursi, meja, kasur, bantal, gelas, dan sebagainya, mampu dikenali oleh anak-anak karena kita memperkenalkannya kepada mereka, dan mereka melihat serta berinteraksi langsung dengan benda-benda itu.

Uniknya, kalaupun sebuah gelas misalnya, memiliki bentuk dan warna yang berbeda, percayalah bahwa mereka dapat mengidentifikasi bahwa benda tersebut bernama gelas.

Bukti yang lain adalah dengan mengamati pola harian anak semenjak bayi hingga berumur lima tahun. Jika kita menerapkan sekian banyak kebiasaan yang nyaris sama, misalnya jam makan, jam tidur, jam bermain, jam toilet training, atau tentang bagaimana kita bereaksi saat mereka bersikap baik ataupun saat mereka melakukan kesalahan, anak-anak akan dengan sendirinya mengetahui dan mengingat pola itu meskipun kita tidak menjelaskan secara resmi semua pola kebiasaan itu.

Metode tersebut juga dapat diterapkan untuk mengajarkan keterampilan membaca.

Kita tidak perlu secara sengaja mengenalkan suku kata atau huruf, menuntut mereka untuk menghapalnya, lalu mengujinya saban hari. Ada cara yang lebih ramah anak untuk mengajarkan keterampilan membaca, yaitu memperkenalkan kepada anak bermacam-macam kata yang memiliki makna, yang dalam jangka panjang memang akan sering mereka temui dan akan mereka gunakan.

Untuk tujuan inilah BCS Card hadir.

Apa Itu BCS Card?

BCS card adalah paket kartu yang dapat membantu orang tua/guru untuk memperkenalkan berbagai macam kata kepada anak melalui kegiatan bermain yang santai. Karena dilengkapi dengan kartu gambar, anak akan lebih cepat memahami makna atau bentuk nyata dari setiap kata, dan dengan adanya kartu-kartu huruf, anak bisa sekaligus berlatih mengenali dan menyusun sendiri huruf-huruf yang membentuk kata tersebut.

Apa Saja Isi Paket BCS Card?

  • 100 kartu kata
  • 100 kartu gambar
  • 52 kartu huruf kecil (2 set: dari a-z)
  • 26 kartu huruf kapital (1 set: dari A-Z)
  • Buku panduan cara belajar/bermain

APA KEUNGGULAN BCS Card dibandingkan PRODUK SEJENIS?

Paket kartu sudah dirancang sistematis dan dilengkapi dengan panduan cara memainkannya. Ada target yang jelas namun tetap tidak membebani anak.
Paket kartu dikemas dalam kotak plastik berkualitas, sehingga kartu dapat disimpan lebih rapi dan aman dari cipratan air atau noda.

MANFAAT TAMBAHAN dari BCS Card.

Kartu-kartu ini juga dapat sekaligus berfungsi sebagai alat untuk menstimulasi beberapa hal berikut:

  1. Kosakata
  2. Kepekaan visual dalam mengenali bentuk melalui gambar,
  3. Rasa senang dalam belajar membaca

Harga Paket = Rp. 199.000,- (Belum Termasuk Ongkos Kirim)

Jika Anda berminat, hubungi kami melalui SMS/WA ke 089-53-443-700-53

Dengan format pemesanan: BCS, nama lengkap, alamat lengkap, no. telp.
Contoh: BCS, ari, jl. mungil no.1 banten, 08787666554

Read more…

Bagaimana cara yang paling efektif dalam belajar membaca anak TK & SD? Salah satunya adalah dengan permainan kartu baca. Hubungi kami di 089-53-443-700-53 (via WA/SMS) atau kunjungi website kami: belajar-membaca.com

BCS card, paket kartu belajar membaca yang mempermudah guru dan orang tua untuk melatih anak belajar membaca. Metodenya sederhana, menggabungkan unsur fonemik (kata) dengan huruf secara bersamaan. Anak-anak usia 5-7 tahun yang cenderung visual akan mudah tertarik dengan adanya kartu gambar, sebagai alat bantu memahami kosakata.

Isi paket:

- 100 kartu kata
- 100 kartu gambar
- 52 kartu huruf kecil (2 set: dari a-z)
- 26 kartu huruf kapital (1 set: dari A-Z)
- Buku panduan cara belajar/bermain

KEUNGGULAN
1. Paket kartu sudah dirancang sistematis dilengkapi panduan cara memainkannya.
2. Paket kartu dikemas dalam kotak plastik berkualitas, sehingga kartu dapat disimpan lebih rapi dan aman dari cipratan air.

FUNGSI
Kartu-kartu ini berfungsi sebagai alat untuk menstimulasi beberapa hal berikut:
1. Kosakata
2. Kepekaan visual dalam mengenali bentuk melalui gambar,
3. Kemampuan menyusun huruf menjadi kata.
4. Rasa senang dalam belajar membaca

Produk ini merupakan salah satu turunan dari konsep belajar membaca multimetode tanpa mengeja. Belajar lebih menyenangkan.

Jika anda tertarik, sms/WA kami di 089-53-443-700-53.

Read more…

Cari Rental Drone di Kota Jambi

ARVINDO ART HP 081310776710 WA 081994573224 Spesial Drone Jambi. Penyedia Jasa Rental Drone dengan Pilot Drone berpengalaman.

Penyedia Jasa Drone Jambi untuk Pemetaan, Inspeksi Udara, Foto dan Video lewat Udara.

Drone Photography dan Videography, Jasa Foto Prawedding dan Wedding Party. Abadikan Moment berhargamu dengan Jasa Drone Jambi Arvindo Art.

 

Read more…
  1. A.    Anak memiliki daya ingat yang sangat kuat.

Anak memiliki otak bagaikan daya sponge yang bisa mengisap air sebanyak-banyaknya.Otak dan ingatan anak juga mampu menyerap dan mengingat banyak hal kemudian menyimpannya dalam jangka panjang. Dalam catatan sejarah, banyak sekali ilmuwan-ilmuwan Islam yang menjadi penghafal Al-Qur’an di usia belia mereka. Ternyata, Al-Qur’an tidak akan pernah menjadi pengganggu daya kemampuan anak terhadap pelajaran-pelajaran selainnya, tapi justru membantu kekuatan daya ingat, kemampuan berpikir anak, dan potensi latihan dalam mengingat sesuatu. Tayangan televisi di samping memiliki daya pikat yang luar biasa dan manfaat pembelajaran bagi anak Anda juga tidak terlepas dari efek negativf yang berdampak pada kematian moral dan akhlak, perusakan kepribadian dan keyakinan akan Allah SWT.  Tampa penjelasan yang panjang, Anda pun dapat menilai potensi media pertelevisian kita yang semakin marak mengedepankan kebebasan tak berbatas, tayangan yang cenderung mengajarkan anak-anak menjadi manusia remaja karbitan.

Daya ingat anak yang menyimpan semua tayangan tersebut, menjadikan mereka mencontoh prilaku tak layak, aktifitas yang tak pantas di luar dari jalur pendidikan untuk usia mereka hanya karena pertelevisian mengejar rating dan tuntutan konsumen masyarakat.

Solusi apa yang dilakukan METODE ACQ?

Mengoptimalisasikan kemampuan menghafal anak yang luar biasa pada usia ini, METODE ACQ mengkolaborasikan sistem penghafalan ayat-ayat pendek, surah-surah pendek dan surah-surah lainnya dengan gerakan isyarat dan permainan-permainan edukasi bernafaskan Al-Qur’an dan tidak keluar dari konteks ayat yang di ajarkan. Ketika anak-anak lupa dengan ayat yang di hafalkan maka cukup dengan gerakan yang kita berikan, anak mampu mengingat ayat yang terlupakan.Bukan hanya mengingat ayat tapi juga mengetahui makna dan artinya. Dari beberapa pelatihan yang kami lakukan di berbagai tempat di seluruh Indonesia, Tim METODE ACQ selalu mengizinkan kehadiran anak-anak usia 3 hingga 6 tahun di dalam ruangan pelatihan pada hari pertama sebagai simulasi percobaan akan efektifitas penggunaan METODE ACQ bagi anak-anak.

Hasilnya, di bandingkan peserta yang notebene kebanyakan guru dan orang tua, peserta anak-anak lebih cepat dan lebih awet mengingat gerakan isyarat, makna ayat serta menghafalkan Al-Qur’an yang kami berikan.Tidak jarang dalam pelatihan METODE ACQ, justru anak-anak kecil-lah yang mendapatkan nilai tertinggi dalam ujian sertifikasi yang diberikan oleh Lembaga Aku Cinta Al-Qur’an (ACQ).

Link Terkait:

Kenapa METODE ACQ, Efektif Bagi Menghafal Anak-anak? Bag. 2

Read more…
  1. Anak adalah jiwa peniru yang ahli.

            Sifat peniru anak-anak begitu alami sehingga apapun yang di sekitarnya, baik dari guru, orang tua, teman, media dan segala yang di lihat oleh mereka dapat di tiru dengan mudah.Perkataan, perbuatan, tingkah laku adalah bagian-bagian yang seringkali di tiru oleh anak-anak. Maka, orang tua dan pendidik sebagai kompas dalam penentu sebuah sikap dan perkataan haruslah senantiasa menjaga apapun yang mereka lakukan di depan anak-anak mereka.

Solusi apa yang di lakukan METODE ACQ?

Sifat meniru bukanlah sifat ikut-ikutan yang menular dari satu anak kepada anak lainnya, namun sifat peniru adalah sifat fitriah anak-anak dalam mencari eksistensi mereka, mencari sesuatu yang tepat, melakukan perbuatan yang di anggap baik sesuai dengan objek, media yang di tiru. Anda akan melihat betapa wajah anak akan bersemu merah ketika mereka dengan berani menirukan artis-artis idola dari tarian, lagu hingga gaya fashion. Padahal mungkin tidak sesuai dengan jiwa mereka yang masih lugu dan tidak mengerti dengan apa yang mereka lakukan.

METODE ACQ dalam pendekatan Al-Qur’an dengan sifat peniru anak, memberikan gerakan isyarat yang dengannya anak akan mengikuti dan menirukan setiap ucapan guru dan orang tua. Kemeriahan kelas dan rumah yang menggunakan METODE ACQ akan terlihat saat sesi gerakan dengan pengulangan ucapan. Anak satu dengan lainnya akan saling berlomba untuk menirukan gerakan dan ayat yang di ucapkan.

Link Terkait:

Kenapa METODE ACQ, Efektif Dalam Pembelajaran Menghafal? Bag. 1

Read more…

Syaikh Muhammad Said Mursi dalam bukunya Fan Tarbiyah al-Aulad fi al-Islam (Seni Mendidik Anak dalam Islam) menjelaskan beberapa sifat khusus anak-anak yang harus di mengerti oleh orang tua dan pendidik sehingga Tarbiayul Aulad menjadi selaras dan sesuai dengan pemahaman kedua belah pihak yaitu antara anak dan orang tua serta anak dan pendidik.

A.    Anak aktif bergerak, adalah sifat motorik anak yang khas terutama untuk usia di bawah 8 tahun.

Melakukan aktifitas dan tidak bisa diam merupakan sifat naluri fitriah anak. Bagi orang tua dan pendidik yang tidak mengerti, akan menimbulkan perasaan emosional atas sikap mereka. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

عُرَمَةُ الصِّبْيِ فَي صِغْرِهِ زِيَادَةٌ فِي عَقْلِهِ فِي كَبِرِهِ ( رواه الترمذى )

“Keringat anak kecil menambah kecerdasannya di waktu dewasa” (HR. at-Tirmidzi).

Bergerak berarti pengalaman baru, bergerak berarti menambah kecerdasan dan pengetahuan anak dalam berbagai hal yang mereka temui.Mencoba, merasakan, mengamati adalah eksplorasi dari rasa keingin tahuan mereka yang besar dan ini merupakan anugerah dari Allah SWT.Frank dan Theresa Chaplan dalam buku The Power of Play menyebutkan, pada masa anak-anak yang di tekankan adalah dunia bermain sebagai sarana pertumbuhan. Di dunianya anak, mereka adalah decision maker dan play master, sehingga dalam dunia bermain, bergerak, bebas beraksi, anak mengkhayalkan sebuah dunia lain dan menghasilkan elemen petualangan dalam jiwa mereka.

Solusi apa yang di lakukan METODE ACQ?

Dalam mengenalkan anak pada Al-Qur’an tidak selalu anak berada pada posisi duduk, mendengar, mengulang huruf-huruf Hijaiyah yang tentunya menjemukan dan membatasi dunia anak yaitu dunia gerak dan bermain.METODE ACQ memberikan gerakan-gerakan isyarat yang sesuai dengan makna ayat-ayat Al-Qur’an. Dalam setiap gerakan, anak akan belajar Al-Qur’an sekaligus memahami makna dan artinya. Anak-anak dalam mengikuti gerakan yang di berikan akan merasa bermain, tidak tertekan sehingga rasa senang, enjoyable dalam setiap sesi pembelajaran membuat mereka cinta dalam mendengarkan Al-Qur’an dan jauh dari rasa keterpaksaan.

Link Terkait:

Kenapa METODE ACQ, Efektif Dalam Pembelajaran Menghafal? Bag. 3

Read more…

Mulailah, Kemudian Perbaiki

Hmmm... Diambil dari akun Twitter Pandji Pragiwaksono: @pandji

Diingatkan oleh Panji Pragiwaksono - salah satu pioner Stand Up Comedy Indonesia - di liputan ulangan acara Tour monolog - baca standup comedy- beliau di Jakarta mengatakan "Mulailah terlebih dulu baru perbaiki ...".

Saya sepakat dan sepaham dengan pendapat Panji di sesi ini karena jika kita tidak memulai dengan sengaja sesuatu hal yang kita inginkan maka kita tidak bisa melihat kesempatan untuk memperbaik, loh kok gitu?
Yoi, kalaulah tidak dimulaikan maka tidak ada akan perbaikan..

Absurd?
Yup yup yup, memanglah absurd dan saya seringkali memilih hal absurd ini, kalimat sederhana ini menohok karena merupakan hasil dari kajian komprehensif dan komplek yang sudah Panji pratekkan dan hidup dengannya. Tour stand up comedy "Juru Bicara" ini dilakukan di berbagai negara di benua yang berbeda dimana rasanya baru Panji Pragiwaksono saja stand up comedian yang "nekad" untuk melakukan tour di berbagai negara dan membuat orang Indonesia di Luar negeri tahu bahwa ada di Indonesia ada jagoan-jagoan stand up comedy yang kualitasnya juga bagus.

Apakah tidak ada orang lain yang melakukan monolog di luar negeri selain Panji?
Tentulah tidak, setidaknya saya ingat bahwa Butet Kertaradjasa sudah memulai tour monolog beliau di jauh hari, hanya saja kemasan Butet Kertaradjasa lebih kental dengan seni teater yang beliau geluti sedari beliau masih muda. 
Saya mencoba menarik kesimpulan dari apa yang dilakukan oleh Panji Pragiwaksono dan Butet Kertaradjasa dalam kegiatan monolog mereka, yaitu adanya proses kreatif menulis skenario sebelum acara monolog mereka dimulai. Skenario yang terus menerus diresapi, dihayati sehingga mereka hafal dengan sendirinya dan akhirnya jam terbang mereka membuat skenario / tulisan yang membedakan mereka dengan para pemula seperti saya.
Butet Kertaradjasa juga bertindak sebagai Juri di musim-musim awal Stand Up Comedy Indonesia di KOMPASTV.

Diambil dari http://sobrat406.blogspot.co.id

Selain Panji Pragiwaksono, Butet Kertaradjasa, Indro Warkop yang didaulat sebagai juri, ada hal yang menarik dari acara Kompas "Stand Up Comedy Indonesia" di awal kemunculannya yaitu adanya sosok Raditya Dika - salah satu penulis novel best seller, penulis skenario, produser film dan banyak lagi kegiatan beliau yang lainnya. Pada saat itu saya menganggap KompasTV berbuat "blunder" dengan mengundang sosok yang menurut saya "garing" dan bukan komedian menjadi Juri bahkan pembimbing para peserta, tanpa saya menyadari hal yang penting dari stand up itu sendiri yaitu skenario.

Pernyataan-pernyataan lucu dari para stand up comedy adalah disengaja dan dibuktikan dengan dimulai dengan cara menulis skenario, menulis apa saja yang akan mereka sampaikan di atas panggung dan Raditya Dika menjadi pilihan tepat untuk hal ini. Penulis muda, gaul, berpotensi dan punya keinginan untuk berbagi dengan orang-orang awam yang merintis karir mereka sebagai stand up comedy.

Nah... ini dia, kenyataan yang saya sulit terima.

Jika lawakan mereka dengan sengaja / mengikuti skenario yang mereka buat maka menulis skenario ini adalah menjadi salah tantangan terbesar bagi mereka. Maka pertanyaan itu muncul lagi, menulis itu mudah?

Ilustrasi diambil dari Pixabay


Yup, betul menulis itu tidak lah mudah.
Tulisan di blog ini adalah tulisan saya pertama kali yang dipublikasikan di internet dan saya berjuang untuk memutuskan menulis apa yang saya rasakan terhadap kegiatan menulis.

Tip dan trik menulis esai.

Ilustrasi diambil dari pixabay

Yup, seperti layaknya hendak keluar dari rumah kita yang nyaman yang harus kita lakukan adalah sederhana yaitu keluar dari pintu rumah.
Dimana ketika kita memutuskan menuju pintu keluar dan siap untuk membukanya dengan kata lain membuat keinginan untuk keluar rumah, 
setelah di depan pintu maka kita harus memastikan pintu tidak terkunci, terakhir kita haruslah melangkah keluar dari pintu yang sudah terbuka.
Jika hal ini dikaitkan dengan menulis maka saya bulatkan tekad untuk menulis, membuka pikiran saya agar mental block hilang dan segera menulis. 

Menulis tentang apa?
Tentang apa saja yang saya rasakan dan kuasai.

Kok Bisa yah? ...
Semudah itu kah?
Ya iyalah... Yuk coba kita renungkan terkadang kita mudah sekali mengetik banyak kata dan kalimat di sosial media yang ada dari Forum di Kaskus, Facebook, Whatsapp, twitter dan lain-lain dimana kalimat-kalimat tadi menjadi perwakilan apa saja yang kita rasakan dan alami.
Dengan menganggap blog adalah seperti sosial media yang kita ikuti maka kita akan menemukan banyak sekali kemudahan dalam merangkai kata dan kalimat, coba deh sekali-kali berperan aktif di grup media sosial yang diikuti dan coba mencatat apa saja yang kita tuliskan di grup itu tentulah akan menjadi ratusan kata dan mirip sekali dengan skenario di teater, FTV, sinetron, Stand up comedy dan lain lain.

Akhirnya apakah menulis itu mudah?
Saya cocok dengan ide dari Panji Pragiwaksono di atas tadi,  "Mulailah... kemudian perbaiki"

Taken from Pixbay

Read more…

Arti Angka Pada Kaos Polos

Dalam kehidupan tentu kita sering menjumpai aneka angka-angka. Contohnya, demo 411, demo 212 ( mirip pendekar kapak geni ya angkanya), demo  121, dan mungkin akan ada banyak angka-angka lainnya. Namun, orang biasanya alergi jika ditanya berapa usia Anda? Nah, angka yang menunjukkan usia biasanya lebih dirahasiakan, hehe.. Bro, Sis.. ternyata dalam memilih kaos pun kita bertemu dengan angka-angka. Gak percaya? Coba periksa kaos polos yang ada di lemari Anda, adakah tertera angka 20s, 24s, 30s, atau 40s?

Pada kesempatan kali ini, saya akan bahas jenis kaos polos dilihat dari ukuran tebal kain. Mengapa? Karena dari kaca mata saya, masih banyak orang terutama kawula muda masa kini, ketika melihat label pada kaos polos yang dibelinya, masih bingung apa arti dari angka 20s, 24s, 30s, dan 40s. Biasanya, pada label sebuah kaos polos tertera keterangan identitas kaos, meliputi kandungan bahan kaos, komposisi bahannya, hingga berapa persen kandungan serat alaminya, dan lazim juga ditemukan angka – angka tadi, membuat kebanyakan orang heran. Apakah Anda heran juga? Jika iya, simak lebih lanjut kelanjutannya. Hehe.

Angka 20, 24, 30, dan 40 masihlah menjadi misteri. Apa arti dari angka – angka tersebut? Lalu, apa arti dari huruf “s” di akhir angka? Oh, ternyata huruf “S” yang ada di akhir angka – angka tersebut memiliki arti “Single Knitt”. “Single” adalah tunggal, dan “Knitt” adalah rajut. Jadi, istilah single knit ini hanya untuk menunjukkan proses perajutan kain, yang perajutan kainnya dihasilkan oleh rajutan jarum tunggal. Biasanya jenis kain hasil dari rajutan jarum tunggal ini akan memiliki sisi yang berbeda antara depan dan belakang. Dalam artian di satu sisi lebih kasar (bagian dalam), dan di sisi lain lebih halus (bagian luar). Kaos polos dengan rajutan jarum tunggal ini biasanya memiliki rajutan yang padat dan kurang lentur. Kemudian, ada satu huruf yang sering dijumpai juga pada label kaos polos, yaitu huruf “D”. Apa artinya? Sama, ini juga menunjukkan proses perajutan kain. Arti dari huruf “D” ini adalah “Double Knitt”, yang berarti kain tersebut dirajut dengan jarum ganda. Hasil rajutan dengan jarum ganda ini biasanya lebih lentur dan halus, serta memiliki kesamaan di kedua sisinya. Jadi, baik bagian depan maupun belakang sama – sama memiliki tekstur yang halus. Hasil rajutan jarum ganda ini lebih sering digunakan untuk bahan baku pakaian bayi dan anak – anak, karena teksturnya yang halus dan lebih cocok untuk kulit bayi dan anak – anak yang masih halus dan sensitif. Berbeda dengan jenis rajutan tipe single knitt yang lebih sering diperuntukkan untuk pembuatan kaos distro, olahraga, konveksi, dan sebagainya.

Nah, sekarang kita sudah mengetahui apa arti dari huruf “s” pada angka 20s, 24s, 30s, dan 40s. Namun sekali lagi, angka – angka tersebut masih saja menjadi misteri. Apa artinya, ya? Ternyata angka – angka yang tertera pada label kaos yang Anda beli itu menunjukkan tingkat ketebalan rajutan single knit yang dibuat. Maksudnya? Ya, angka – angka tersebut menunjukkan jenis benang yang digunakan dalam rajutan. Ingat, benang ya, bukan bahan dasarnya (cotton/kain katun). Jadi, semakin tebal katun suatu kaos, maka semakin sedikit angka benang yang digunakan. Artinya, 20s lebih tebal daripada 40s. Lalu, mana yang lebih tebal? 30s atau 24s? Anda tentu bisa menjawabnya.

Oke, misteri sudah terpecahkan. Setelah kita mengetahui perbedaan antara 20s, 24s, 30s, dan 40s, berarti sekarang kita tidak perlu heran dan bingung lagi. Terlebih, kita dapat memilih manakah yang lebih cocok untuk kulit kita saat hendak membeli kaos polos. Jika Anda kurang gemuk, Anda tau harus memilih apa, jika Anda kurang kurus, Anda pun tau harus membeli yang mana, jika Anda orang yang polos, Anda pasti membeli semuanya. Hehe.

Read more…
RSS
Email me when there are new items in this category –